Cara Membangun Jiwa Anak : Kompetisi Sehat dan Imbalan


Umumnya manusia suka berlomba. Apalagi anak-anak, emosinya tinggi dan potensinya masih banyak terpendam. Semua itu baru terliaht ketika ada lwan tanding. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw membangkitkan semangat bersaing untuk melahirkan potensi besar yang masih terpendam dalam jiwa anak.

Pada suatu hari, Rasulullah Saw pernah melemparkan pertanyaan teka-teki keapda para sahabat. Beliau bersabda, “Diantara pepohonan di lembah, ada pohon yang daunnya tidak gugur dan ia adalah pohonnya muslim. Pohon apakah itu?”

Dalam batin para sahabat terbayangkan pohon tertentu, namun Abdullah bin Umar – yang waktu itu masih kecil – sudah menduga dalam hatinya bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon “kurma”.

Abdullah bersaing dengan orangtua untuk memecahkan teka-teki Rasulullah Saw, hanya saja beliau menjaga adab terhadap orang tua sehingga tidak menjawab walaupun punya jawaban yang benar.

Pada kesempatan lain, Rasulullah membuat perlombaan lari di antara anak-anak. Beliau membariskan Abdullah, Ubaidullah, dan anak-anak Abbas lainnya. Lalu beliau bersabda, “Barangsiapa yan mampu membalap saya, dia akan mendapat ini dan itu…” Maka mereka pun berlomba membalap Rasulullah Saw sehingga berjatuhan di atas dada dan punggung beliau. Setelah itu mereka diciumi oleh Rasulullah Saw.

Cara ini bisa digunakan oleh orangtua dan pendidik untuk membuat anak-anak bersemangat dan bertindak aktif. Apalgi jika pemenang diberi hadiah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw tersebut.[]

*Disadur dari Manhaj Tarbiyah Nabawiyah Lith Thifli dengan sedikit perubahan