Membiasakan Anak Mengucapkan Hamdalah


Bersyukur kepada Allah merupakan akhak terpuji yang harus ada pada setiap pribadi muslim. Dengan bersyukur, berarti seorang hamba menghargai pemberian Rabbnya. Adapun alasan bagi orang yang bersyukur adlaah keridhaan Allah dan ditambhakan nikmatNya kepada orang tersebut.

Setiap nikmat yang kita rasakan menuntut kita untuk mensyukurinya. Adapunmakna syukur adalah tashrifun ni’mah ‘ala muradi mu’thiha, artinya menggunakan nikmat sesuai kehendak Pemberinya (Allah Ta’ala). Karena itu, manusia yang bersyukur adalah manusia yang mampu menggunakan nikmat Allah sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah, dan tidak menggunakan nikmat sebagai sarana untuk bermaksiat kepada Allah.

Cara bersyukur meliputi bersyukur melalui hati, lisan, dan perbuatan. Melalui hati, dengan cara meyakini dan membenarkan bahwa nikmat yang dirasakan olehnya adalah berasal dari Allah. Melalui lisan, adalah dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah, seperti mengucapkan “Alhamdulillah”. Sedangkan melalui perbuatan mengandung pengertia setiap nikmat dirasakan hendaknya mengantarkan orang tersebut untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Tahap awal untuk mengajarkan bersyukur pada diri anak adalah bersyukur melalui lisannya. Terangkan tentang nikmat yang dirasakan anak bahwa nikmat itu ada yang memberi, dan yang memberi adalah Allah. Karenanya, ia perlu berterima kasih kepada Allah dengan mengucapkan “Alhamdulillah”. Adapau berterima kasih kepada Allah disebut bersyukur.

Ajarkan anak untuk senantiasa mengucapkan “Alhamdulillah”. Setidaknya ada dua keadaan yang bisa digunakan untuk membiasakan anak mengucap hamdalah, yakni:

Setelah selesai melakukan aktivitas seperti selesai makan, selesai berpakaian, pulang dari perjalanan, dan bangun tidur.
Ketika mendapatkan kabar baik atau memperoleh nikmat.

*Disadur dari Mendidik Balita Mengenal Agama karangan Asadulloh Al Faruq