Orang Baik Tapi Tidak Beragama Islam Masuk Surga Atau Neraka?

Muslimpos Apakah non-muslim yang baik akan Surga atau masuk neraka? Berikut Penjelasan Dr. Zakir Naik.

Dr. Zakir Naik menjelaskan mengenai Apakah non-muslim yang baik akan masuk neraka? Beliau menjawab pertanyaan ini secara logika dan dapat diterima dengan akal. Simak baik-baik penuturan dalam sesi tanya-jawab ini, semoga dapat memberikan hidayah, dan menemukan jalan kebenaran yang sebenarnya kepada saudara-saudaraku yang mencari jalan kebenaran, sebagaimana dikutip dari islamqa.info

Penanya:

Pertanyaannya adalah, misalnya jika hanya muslim yang di masukan ke surga langsung setelah kematian, sebelum hari kiamat, bagaimana posisi ruh non-muslim yang baik, seperti Gandhi dan Bunda Theresa yang berjihad dalam hak asasi tapi dalam agama mereka masing-masing? Terimakasih.

Jawaban Dr. Zakir Naik :

Saudara ini bertanya jika Muslim meninggal dia langsung masuk surga. Bagaimana nasibnya dengan non-muslim yang baik seperti Gandhi dan Bunda Theresa, apa yang akan terjadi pada mereka, karena telah berjihad hak asasi.

Poin pertama, ketika muslim meninggal dia tidak akan langsung masuk ke Jannah (Surga). Setelah manusia meninggal, dia akan pergi ke alam barzakh (Alam kubur). Semua manusia akan dikumpulkan di hari kiamat. Setelah hari kiamat, semua orang yang lulus ujiannya di dunia (maksudnya lulus dari menjaga Islam, iman & kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada manusia, seperti menjaga Sholat, Zakat, Puasa dan hal-hal yang diwajibkan). Dan semua yang gagal (tidak tunduk dan patuh pada Allah) maka akan pergi ke Neraka. Semua orang yang mengaku sebagai Muslim juga tidak semuanya akan pergi masuk Surga.

Berkenaan dengan pertanyaan Anda, apakah yang terjadi pada non-muslim yang baik seperti Gandhi, Theresa dan sebagainya. Namun harus kita ketahui lebih dahulu, persyaratan untuk masuk ke surga ada dalam Al-Quran surat Al-Ashr :

وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati menetapi kebenaran.” (QS. Al-Ashr : 1-3)

Bagi manusia manapun untuk masuk surga, minimal dia membutuhkan 4 Hal ini:

Pertama Dia butuh iman: Beriman pada tuhan yang Esa, tidak menyembah berhala, tidak mempercayai manusia sebagai Tuhan, tidak boleh mengimani Yesus sebagai tuhan. Kemudian yang kedua adalah amal sholeh, Ketiga adalah mengajak orang lain pada kebenaran, dan keempat mengajak orang lain dalam kesabaran.

Anda berkata apa yang akan terjadi pada Bunda Theresa.? Sepengetahuanku Bunda Theresa adalah orang kristen, dan dia mengimani Yesus sebagai Tuhan. Jadi dalam keimanan dia gagal. Meskipun ketiganya (Suka Beramal Shaleh, Nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, tetapi tidak meng-imani bahwa Allah lah tuhan yang seharusnya disembah) maka jika ketiga-tiganya itu dia dapat nilai 100 dari 100, tapi dalam keimanan dia telah gagal. Dia mungkin orang yang sangat baik, namun dia gagal dalam masalah keimanan.

Begitu juga dengan Gandhi, sepengetahuanku, Gandhi adalah penyembah berhala, dalam keimanan, dia gagal ujiannya, mungkin dalam amal baik, dia mendapatkan nilai yang tinggi meskipun dia mendapatkan nilai yang tinggi dalam kualitas amal baiknya, tapi dia tetap gagal.

Jadi Misalnya saat ujian nasional Matematika Anda dapat 100, Bahasa Inggris Anda dapat 100, namun Bahasa Indonesia nilainya 30 atau Error maka dapat dipastikan anda tidak lulus.

Karena dosa terbesar dalam Islam menurut surat An-Nisa :

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS. An-Nisa : 18)

dan dalam Surat An-Nisa :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa : 116)

Allah akan mengampuni dosa apapun jika dia menghendaki, tapi dia tidak akan pernah mengampuni dosa syirik. Tapi jika ia masih hidup di dunia kemudian bertaubat kepada Allah atas ke syirikannya, dan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi, maka dosa syiriknya akan diampuni oleh Allah SWT. Tetapi jika ia meninggal sebelum bertaubat maka Allah tidak akan mengampuninya, dan akan masuk ke Neraka.

Wallahu a’lam.

Leave a Comment